Portal Rujukan Studi Maqasid Syariah

 

Maqasid

Mengenal Maqasid al-Qur’an Badi’uzzaman Sa’id Nursi

4 Mins read

M. Nanda Fanindy al-Fateeh (Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga; Redaktur maqasidcentre.id)

Adalah sunah setiap peradaban memiliki masanya dan rentang waktunya. Jika kita menelisik pada peradaban Yunani, akan kita temui para filsuf kala itu. Di antanya Socrates, Plato dan Aristoteles. Kemudian jika kita melirik pada peradaban Arab, akan kita jumpai perbedaaan karakter bangsa Arab sebelum dan setelah datangnya Islam. Di mana salah satu faktor yang berpengaruh akan terjadinya perubahan tersebut adalah al-Qur’an. Nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur’an, mampu mengubah konsep akidah, sosial, politik, bahasa, serta segenap lini kehidupan lainnya.

Datangnya Islam, yang ditandai dengan diutusnya nabi Muhammad Saw dan diturunkannya al-Qur’an, mampu mengubah konsep kehidupan masyarakat Arab kala itu. Al-Qur’an mampu secara signifikan dan sukses merevolusi peradaban. Ini semua tak lepas dari semangat dan kegigihan Rasulullah Saw, serta para sahabat dalam menginternalisasikan tujuan dan mengajarkan nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur’an.

Banyak nilai-nilai yang dimiliki oleh al-Qur’an yang diyakini mampu merevolusi peradaban Islam. Di antaranya adalah nilai teologis, bahwa apa yang ada dalam al-Qur’an semuanya murni datang dari Allah Swt. Tidak ada intervensi maupun campur tangan dari pihak manapun, termasuk malaikat dan para Rasul. Sehingga dapat dipastikan, semua yang datang dari Allah Swt tidak lain untuk kemaslahatan manusia. Sangat tidak mungkin segala sesuatu yang dari Allah Swt “menyesatkan” dan tidak memiliki tujuan sehingga akhirnya membuat manusia rugi dan nestapa dalam hidupnya.

Dalam hal tersebut, laik kita kenal konsep Maqashid al-Qur’an Badi’uzzaman Sa’id Nursi yang membicarakan tentag tujuan-tujuan yang terkandung di dalam al-Qur’an.

Secara etimologis, kata maqashid yang merupakan bentuk plural dari kata maqshad; mashdar mimi, derivasi dari akar kata qashada. al-Qashdu dan al-Maqshad bermakna sama, yaitu: asal, tujuan sesuatu, jalan yang lurus, adil, tengah-tengah (moderat) dan tidak berlebihan. Sedangkan al-Qur’an, mayoritas ulama  berpendapat  bahwa  secara  etimologi,  kata  tersebut berasal dari qara, yaqrau, qira’atan yang berarti bacaan.

Dengan definisi kata Maqasid dan kata al-Qur’an di atas, dapat kita ambil sebuah pengertian terminologi Maqashid al-Qur’an, yakni suatu disiplin ilmu yang mengkaji tentang tujuan-tujuan yang terkandung di balik ayat-ayat al-Qur’an yang mencakup berbagai aspek kehidupan seperti, akidah, ibadah, muamalah baik personal maupun sosial, ketetapan hukum, keilmuan, kisah-kisah umat terdahulu, hari kebangkitan dan lainnya yang mana semua itu untuk kemaslahatan setiap hamba Allah Swit di dunia dan akhirat (Ummu Salam; 2019, 46).

Definisi tersebut sesuai dengan beberapa pandangan ulama, meskipun tidak banyak ulama yang mendefiniskan Maqashid al-Qur’an dengan rinci, sebab semua pengertian-pengertian mengenai Maqashid al-Qur’an selalu dinisbatkan pada Maqasid secara umum atau ke dalam ilmu Maqasid Asy-Syari’ah.

Seperti halnya pandangan dari Abdul Karim Hamidi (1429 H). Beliau mengatakan bahwa Maqashid al-Qur’an adalah tujuan-tujuan diturunkannya al-Qur’an untuk merealisasikan kemaslahatan hamba-hamba-Nya.

Embrio Maqashid al-Qur’an telah ada di dalam al-Qur’an itu sendiri, akan tetapi belum ditetapkan sebagai disiplin ilmu. Seiring berjalannya waktu dan kebutuhan dalam rangka perkembangan disiplin keilmuan al-Qur’an, para ulama pun berupaya mengeksplorasi kandungan ayat-ayat al-Qur’an. Serta hal tersebut terjadi tentunya tidak luput dari geneologi ilmu Maqassid Asy-Syari’ah.

Perkembangan keilmuan Maqashid al-Qur’an dimulai dari penekanan pembahasan pada maqasid suwar al-Qur’an (tujuan-tujuan surat-surat di dalam al-Qur’an) yang terfokus pada korelasi antar ayat maupun antar surat (‘ilmu al-munasabah) yang digagas oleh ulama klasik.

Kemudian pembahsan tersebut berlanjut pada perbicangan pada era kontemporer yang dipelopori oleh Muhammad Abduh (W. 1905), ia menyerukan pentingnya kajian Maqashid al-Qur’an, selain itu ada beberapa ulama lainnya seperti Rashid Ridha (W. 1935), Sa’id Nursi (W. 1906), Ibnu Asyur (W. 1973), Hasan al-Banna (W. 1949), Muhammad Iqbal (W. 1939), Sayyid Qutb (W. 1966), Abu A’la al-Maududi (W. 1989), Izzat Darwajah (W. 1987), Muhammad al-Ghazali (W. 1966) dan Yusuf al-Qardawi (Ummu Salam; 2019, 51).

Beberapa tokoh tersebut di atas yang telah berkontribusi untuk   mengembangkan   kajian maqâshid   al-Qur’an menjadi suatu disiplin ilmu hingga berlanjut sampai saat ini.

Di antara tokoh-tokoh tersebut di atas, terdapat nama Sa’id Nursi. Badîuzzamân Sa’îd al-Nûrsi merupakan salah satu tokoh kontemporer yang memperhatikan Maqasid al-Qur’an dalam menyingkap kandungan ayat-ayat al-Qur’an. Ia membagi Maqasid al-Qur’an menjadi empat bagian, seperti yang disebutkan di dalam “Ishârâtu al-I’jâz Fî Madzâni al-I’jâz”, yakni al-Tauhid, al-Nubuwwah, al-Hashr dan al-‘Adalah.

Ia juga mempertegas lagi dalam “Syaiqal al-Islâm”, bahwa maqâshid al-qurân dan unsur-unsur fundamental dari kandungan al-Qur’an ada empat, yaitu Ithbâtu al-Syâni’ al-Wâhid, al-Nubuwwah, al-Hashr al-Jismâni, al-‘adl (Ketetapan bahwa pencipta hanya satu (Mengesakan  Allah Swt), kenabian, kebangkitan, dan keadilan), ia kemudian menjelaskan bahwa al-Qur’an itu sendiri sudah cukup sebagai jawaban dari persoalan-persoalan yang ditanyakan perihal penciptaan, kehidupan dan banyak hal lainnya.

Keempat unsur tersebut disebut oleh Sa’id Nursi dengan al-Maqasid al-Kully atau al-Maqasid al-‘Am, yakni mengajarkan kepada manusia untuk beribadah, menyembah kepada-Nya (Ummu Salam; 2019, 53).

Dalam pandangan Sa’id Nursi tujuan umum diturunkan al-Qur’anke dunia ini adalah, Agar seorang hamba mendirikan dan melaksanakan ibadah kepada Allah semata, ibadah secara keseluruhan sesuai dengan kewajiban, benar-benar hanya berharap dan hadir di hadapan Allah Swt (Ummu Salam; 2019, 54).

Yang berarti bahwa al-Qur’and iturunkan dengan tujuan untuk mengajarkan kepada seluruh umat-Nya mengenal Allah sebagai Tuhan pencipta alam semesta dan seluruh isinya, menyeru kepada kalima  tauhid, mengesakan Allah, menyembah-Nya dengan segenap jiwa dan raga tidak menduakan-Nya, karena Allah adalah satu-satunya.

Di lain pihak, Sa’id Nursi juga menjelaskan tentang berbagai macam mukjizat, keunggulan dan keutamaan al-Qur’an. Ia menyebutkan bahwa al-_qur’an merupakan nutrisi bagi manusia, sebagaimana manusia membutuhkan makanan dan mengambil nutrisi dari dalamnya.

Dari berbagai pandangannya di atas, Sa’id Nursi melihat bahwa tujuan terpenting dari turunnya al-Qur’an adalah untuk merealisasikan ”hidayah” (petunjuk) bagi manusia.

Seperti yang dikemukakan oleh Sa’id Nursi, untuk menyibak makna, tujuan serta hakikat yang terkandung di dalam al-Qur’an, maka digagaslah empat prinsip Maqasid al-Qur’an, yakni ketuhanan, kenabian, kebangkitan dan keadilan. Bagi Sa’id Nursi, empat prinsip tersebut terkandung di dalam al-Qur’an, baik di dalam tiap surat, ayat, kalimat, lafaz kata dan huruf-hurufnya.

Setidaknya penjelasan-penjelasan tersebut menjadi langkah awal untuk kemudian para akademisi keilmuan-keilmuan Islam untuk dapat memasuki pintu gerbang semesta al-Qur’an yang tak terbatas. Sehingga mampu melahirkan peradaban yang Islam yang berorientasi pada esensi diturunkannya al-Qur’an. Wallahu a’lam.

Related posts
Maqasid

Maqasid Ekonomi Syariah: Tujuan dan Aplikasi

7 Mins read
Judul               : Maqasid Ekonomi Syariah : Tujuan dan AplikasiPenulis             : Dr. Moh. Mufid, Lc., M.H.I,Penerbit           : Empatdua Media, MalangTebal               : 215 halamanTahun…
Maqasid

Wasathiyyah Sebagai Cita Rasa Maqasid Syariah

3 Mins read
Dr. Muhammad Solikhudin, M.H.I (Dosen Fakultas Syariah IAIN Kediri) Metodologi Maqasid Syariah sejatinya bernuansa moderatisme. Hal ini sejalan dengan paham Islam Nusantara…
Maqasid

Kontekstualisasi Maqasid Syariah

4 Mins read
M. Nanda Fanindy al-Fateeh (Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, Redaktur maqasidcentre.id) Dalam menghadapi realitas manusia dan kondisinya, berbagai macam wacana keagamaan dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *